
Lembaga Pendidikan Ma’arif NU (LPMNU) Hasyim Asy’ari menggelar acara istimewa untuk memperingati dua momentum penting, yakni Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-102 dan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Acara yang penuh khidmat ini berlangsung di halaman KB dan TK Plus Hasyim Asy’ari, pada Kamis, 16 Januari 2025, dihadiri oleh jajaran pengurus LPMNU Hasyim Asy’ari, ketua MWC NU kec. Wonodadi kyai Hadi Priyanto, M.Pd.I, tokoh masyarakat, seluruh staff dan Ustadz/ah, serta wali murid dari KB, TK, dan SDI Hasyim Asy’ari.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ayu Setia Ningsih, S.S dan diikuti dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ananda VIvia Fajrina Azma siswi kelas 6 SDI Hasyim Asy’ari. Suasana khidmat terasa sejak awal, mencerminkan semangat kebersamaan dan keimanan yang menjadi ciri khas warga Nahdlatul Ulama serta dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Shohibul Ma’arif.


Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Hasyim Asy’ari, Bapak H. Ahmad Syaroni, beliau menyampaikan pentingnya momen ini sebagai pengingat sejarah besar berdirinya NU serta nilai-nilai keteladanan yang bisa dipetik dari peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Tausiyah utama disampaikan oleh Ustadz H. Rofi’ Abd. Haroen, yang menjelaskan bahwa Isra’ Mi’raj tidak hanya mengajarkan tentang kewajiban shalat lima waktu, tetapi juga menggambarkan kekuatan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi tantangan dakwah. “Isra’ Mi’raj adalah pelajaran tentang pentingnya menjaga hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas),” tegasnya.




Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni Islami dari para siswa Lembaga Pendidikan Ma’arif. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap rangkaian acara hingga selesai.
Peringatan Hari Lahir NU ke-102 dan Isra’ Mi’raj oleh LPM NU Hasyim Asy’ari bukan sekadar perayaan, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan semangat perjuangan kepada generasi muda. Kepala sekolah berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk terus menjaga warisan ulama serta memperkuat iman dan takwa para siswa.
Dengan penuh rasa syukur, acara ini ditutup dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai bentuk pendidikan karakter dan spiritual bagi generasi penerus bangsa.















