
Wonodadi, 13 Agustus 2026 — Semangat, keceriaan, kreativitas, dan jiwa kebersamaan mewarnai pelaksanaan Pesta Siaga 2026 yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Kecamatan Wonodadi pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Mengusung tema “Jelajah Ceria, Berkarya, dan Berbudaya”, kegiatan berlangsung di Lapangan Desa Tawangrejo dan diikuti oleh peserta Pramuka Pra-Siaga dan Siaga dari berbagai pangkalan di Kecamatan Wonodadi, termasuk SDI Hasyim Asy’ari.
Dalam kegiatan tersebut, SDI Hasyim Asy’ari mengikutsertakan 20 peserta didik kelas III dan IV, yang terdiri atas 10 peserta putri dalam barung berwarna kuning dan 10 peserta putra dalam barung berwarna hitam. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan kepramukaan.
Sejak pagi, suasana Lapangan Desa Tawangrejo telah dipenuhi keceriaan para peserta. Peserta dari SDI Hasyim Asy’ari tiba dan melakukan check-in sekitar pukul 06.15 WIB.
Dengan mengenakan seragam Pramuka dan membawa semangat untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, para peserta bersiap menjalani berbagai aktivitas yang telah dipersiapkan oleh panitia.
Rangkaian kegiatan secara resmi diawali dengan apel pembukaan pada pukul 07.00 WIB. Apel dipimpin oleh Bapak Agus Santosa, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.

Apel pembukaan turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya Camat Wonodadi, Korwil Pendidikan Wonodadi, Kepala Desa Tawangrejo, Kapolsek Wonodadi, Komandan Koramil Wonodadi, serta para Kamabigus dari masing-masing pangkalan.
Setelah rangkaian sambutan, apel ditutup dengan doa. Para peserta kemudian mengikuti senam bersama yang semakin membangkitkan semangat dan keceriaan sebelum memasuki kegiatan utama.
Setelah senam bersama, peserta mendapatkan briefing mengenai rute dan teknis penjelajahan. Dengan penuh antusias, peserta kemudian diberangkatkan untuk mengikuti kegiatan Jelajah Ceria.
Berbagai pos telah disiapkan dengan tantangan yang tidak hanya menguji keterampilan kepramukaan, tetapi juga pengetahuan, ketangkasan, kreativitas, kerja sama, serta kecintaan terhadap agama dan budaya.
Di Pos Keagamaan, peserta mengasah pengetahuan melalui materi surah-surah Al-Qur’an, yaitu Al-Fil, Al-Ma’un, At-Tin, Al-Falaq, dan Al-Lahab.


Selanjutnya, Pos Puzzle Scout menguji ketelitian dan pengetahuan peserta tentang atribut kepramukaan. Peserta ditantang menempelkan berbagai atribut pada manekin, seperti Tunas Kelapa, WOSM, badge Kabupaten Blitar, badge Jawa Timur, dan tanda barung.

Di Pos Taman Wawasan, peserta menyusun dan memahami Dwi Darma dan Dwi Satya sebagai bagian penting dalam pendidikan karakter Pramuka Siaga.
Sementara itu, Pos Tali-Temali mengasah keterampilan praktis peserta melalui berbagai jenis simpul, antara lain simpul mati, simpul hidup, simpul pangkal, dan simpul jangkar.

Tidak kalah menarik, peserta juga harus melewati Pos Halang Rintang. Berbagai tantangan seperti berjalan zig-zag, melewati jaring laba-laba, menaiki tangga, hingga melempar bola membuat suasana semakin seru. Di pos ini, keberanian, keseimbangan, ketangkasan, dan kerja sama peserta benar-benar diuji.
Salah satu momen istimewa hadir di Pos Seni Budaya (Pensi). SDI Hasyim Asy’ari turut menampilkan persembahan seni berupa tarian semaphore bertema Nusantara.
Gerakan semaphore yang dipadukan dengan nuansa budaya Nusantara menjadi pertunjukan yang menarik sekaligus sarat makna. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka tidak hanya mengembangkan keterampilan dan kemandirian, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk berkreasi, membangun kepercayaan diri, dan mencintai budaya Indonesia.
Kreativitas tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dalam pengumuman penghargaan, SDI Hasyim Asy’ari berhasil memperoleh gelar “Keindahan” pada Pos Taman Seni Budaya.


Penghargaan tersebut menjadi kebanggaan bagi peserta, pembina, dan seluruh keluarga besar SDI Hasyim Asy’ari karena menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas, keberanian, kekompakan, dan kerja keras peserta didik.
Semarak Pesta Siaga juga hadir melalui Taman Bazar Makanan Sehat. SDI Hasyim Asy’ari turut berpartisipasi dengan menghadirkan berbagai pilihan makanan dan minuman, seperti es tebu, risol, susu kedelai, pisang cokelat, dan sate tahu.
Stand bazar dijaga oleh dua peserta didik, yaitu Ananda Aliya Sofia dari kelas IV dan Albaran dari kelas III.



Bazar bukan sekadar tempat menikmati makanan. Kegiatan ini menjadi pengalaman nyata bagi peserta didik untuk belajar tentang kemandirian, kreativitas, kerja sama, pelayanan, serta jiwa kewirausahaan sejak usia dini.
Kepala SD Islam Hasyim Asy’ari, Bapak Arif Riawan, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keikutsertaan peserta didik dalam Pesta Siaga 2026.
Menurut beliau, kegiatan seperti Pesta Siaga memiliki nilai penting dalam proses pendidikan karena memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui pengalaman langsung dalam suasana yang menyenangkan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur anak-anak SDI Hasyim Asy’ari dapat mengikuti Pesta Siaga 2026 dengan penuh semangat dan keceriaan. Kegiatan ini bukan hanya tentang perlombaan atau mendapatkan penghargaan, tetapi yang lebih penting adalah memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk belajar bekerja sama, berani tampil, disiplin, mandiri, dan percaya diri.”
Beliau juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir serta kepada para pembina yang telah mendampingi dan mempersiapkan peserta.
“Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak dan kerja keras para pembina. Penghargaan ‘Keindahan’ pada Pos Taman Seni Budaya tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah. Namun, yang tidak kalah penting adalah proses yang telah dilalui anak-anak. Mereka berani tampil, belajar, bekerja sama, dan memberikan kemampuan terbaiknya.”
Lebih lanjut, Bapak Arif Riawan, S.Pd.I. berharap pengalaman yang diperoleh dalam Pesta Siaga dapat menjadi bekal bagi peserta didik untuk terus berkembang.
“Semoga pengalaman dalam Pesta Siaga ini menjadi kenangan sekaligus pembelajaran yang berharga bagi anak-anak. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang ceria, terampil, percaya diri, kreatif, berkarakter, serta memiliki kecintaan terhadap agama dan budaya Indonesia. Insyaallah, sekolah akan terus memberikan ruang dan dukungan agar potensi anak-anak dapat berkembang melalui berbagai kegiatan positif.”
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pos penjelajahan, peserta beristirahat sembari menunggu pengumuman hasil kegiatan. Suasana penuh antusiasme terasa ketika berbagai penghargaan mulai diumumkan.
Bagi SDI Hasyim Asy’ari, penghargaan gelar “Keindahan” pada Pos Taman Seni Budaya menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan sekaligus apresiasi atas kreativitas dan kerja keras para peserta.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sayonara. Meski rangkaian Pesta Siaga telah berakhir, pengalaman yang diperoleh peserta menjadi bekal berharga untuk terus tumbuh menjadi anak yang ceria, terampil, percaya diri, kreatif, berkarakter, dan mencintai budaya bangsa.
Pesta Siaga 2026 membuktikan bahwa belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui jelajah, permainan, seni, keterampilan, budaya, dan kebersamaan, anak-anak dapat belajar banyak hal dengan cara yang menyenangkan.
Bagi SDI Hasyim Asy’ari, setiap kegiatan merupakan kesempatan untuk memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik sekaligus ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, dan belajar menghadapi tantangan dengan penuh percaya diri.
SDI Hasyim Asy’ari terus melangkah—menjadikan setiap kegiatan sebagai ruang untuk tumbuh, berkarya, dan memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik.
Jelajah ceria, berkarya tanpa batas, dan berbudaya untuk Indonesia!
Salam Pramuka!










